Renungan : Ustadz Jeffry Wafat, Saya Merasa 'Bahagia'

ustadz jefri
Renungan Jum'at - Saat ini ummat Muslim Indonesia sedang berkabung, salah satu da'i muda yaitu Ustadz Jeffry Al-Bukhori atau yang sering dipanggil Uje, telah berpulang ke Rahmatullah. Beliau meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jumat (26/4) pukul 02.00 WIB. Uje mengembuskan nafas terakhir akibat kasus kecelakaan di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Uje lahir  12 April 1973. Uje merupakan 3 dari 5 bersaudara yang ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Ust Jefri memiliki kakak yang pertama Alm. Ust. H. Abdullah Riyad, kakak kedua Ust. H. Aswan Faisal, adik yang keempat H. Decky Fajar dan yang kelima Ustz Hj. Nona. Ust Jefri menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan mempunyai empat anak yang bernama Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro dan Ataya Bilal Rizqullah.

Kenapa saya 'bahagia'?

Mungkin sahabat bertanya, disaat orang lain bersedih karena kehilangan beliau, kenapa justru saya merasa 'bahagia'?

Sahabatku, bukannya saya tidak bersedih, saya sangat merasa kehilangan dengan kepergian beliau, Nabi SAW bersabda, yang artinya :

"Barang siapa yang tidak sedih dengan kematian orang yang alim,maka orang tersebut munafik karena tiada musibah yang lebih besar dari meninggalnya orang yang alim."
Ingatlah sahabatku, ada dua hal dalam kematian ini, yaitu Tandzir dan Tabsyir. Tandzir yaitu peringatan, dan tabsyir adalah kebahagiaan.
Tandzir (Peringatan)

Wafatnya seseorang, tidak hanya Ustadz Jeffry mengingatkan kita akan kematian, semua kita akan mati. Mati itu tidak mengenal usia, bayi, remaja, dewasa, orang tua, pasti akan merasakan kematian.

Sudah siapkah kita? Kapan kita akan mati? Husnul Khatimah atau Su'ul khotimah? bisakah menjawab pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir? Akankah kita menerima catatan amalan kita dengan tangan kanan atau kiri? Surga atau Neraka yang akan kita dapat?

Pertanyaan-pertanyaan di atas, dilontarkan oleh Rabi'ah Al-Adawiyyah, seorang janda yang dilamar oleh ulama Abu Yazid Al-Busthomi. Rabiah Al-Adawiyah berkata : "Bagaimana saya memikirkan nikah, pertanyaan tadi pun saya belum bisa menjawab".

Sahabatku, kehidupan dunia sangatlah sebentar, akan ada hidup sesudah mati dan akhirat sesudah dunia. Selagi kita diberikan kesempatan, marilah kita siapkan untuk menghadapi kematian.

Tabsyir (Kebahagiaan)

Inilah yang saya maksudkan, berbagai media telah memberitakan bahwa Uje mempunyai masa lalu yang kelam, tenggelam dalam dunia malam. Semoga Allah memaafkan kealfaan beliau.

Kebahagiaan yang dimaksud, adalah bahagia karena di akhir hayat beliau tidak lagi dalam kegelapan, bahkan Husnul khotimah, sebagai Ustadz yang memberikan peringatan kepada kita, tentang hidup dan kehidupan, tentang hidup dan apa yang terjadi setelahnya.

Akan sangat bersedih, apabila keluarga kita meninggal dalam keadaan mabuk, dugem, berjudi, terlena dengan dunia. Naudzubillah.

Dunia ini hanya sementara, kita milik Allah, dan satu saat akan kembali kepada Allah... Dan takutlah Engkau akan satu hari, ketika Engkau kembali kepada Allah...

"Ibumu melahirkanmu wahai manusia dalam keadaan menangis, sedangkan orang di sekelilingmu tertawa bahagia menyambut kelahiranmu...
maka berbuatlah untuk dirimu, agar ketika mereka menangis pada hari kematianmu, kamu tertawa bahagia.."

Semoga...

Sahabat, marilah kita tundukan kepala... Do'akan Sahabat kita, guru kita.. Ustadz Jeffry Al-Bukhory..
Al-faatihah.....

Selamat jalan sahabatku, saudaraku, guruku tercinta, semoga Allah SWT menerimamu di sisi-Nya.
Disqus Comments