Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kiyai Faqih Sujak menyatakan, pihaknya siap menghadang Julia Peres alias Jupe, bila artis yang kerap berpenampilang seksi ini ngotot maju dalam bursa pemilihan kepala daerah Pacitan.
“Saat ini kan baru wacana. Kalau benar dia maju kami akan menentangnya,” kata Kiyai Faqih, usai menghadiri silaturrahmi PCNU seluruh Jawa Timur di Jombang, Selasa (27/04).

Dia menegaskan, NU akan mengirim surat ke Komisi Pemilihan Umum agar menolak pencalonan. NU juga akan mengirim surat ke semua instansi yang berwenang dalam proses penyelenggaraan pemillihan nanti. Alasan penolakan, kata dia, Jupe dianggap tidak mewakili karakter dan kepribadian orang Pacitan.

Jupe juga dianggap tidak memahami iklim dan kondisi rakyat Pacitan. Penampilan Jupe di televisi selama ini juga dipermasalahkan oleh NU di daerah itu. Faqih menuturkan, mayoritas masyarakat Pacitan beragama Islam. Nilai islami di daerah itu jelas kontras dengan penampilan dan gaya busana seksi yang kerap ditampilkan pelantun tembang Belah Duren itu.”Sebab itu, atas nama organisasi kami menolak pencalonan dia (Jupe),” timpal Faqih.

Alasan lain, Jupe juga dianggap masih terlalu hijau dalam hal pemerintahan dan politik. Artinya, Jupe masih miskin pengalaman. Sementara rakyat Pacitan, kata dia, butuh pemimpin yang berasal dari Pacitan sendiri. Sehingga, pemimpin tersebut mampu mengembangkan potensi di kabupaten seribu gua tersebut.
“Karena Jupe bukan putra daerah, secara otomatis Jupe tidak paham kondisi riil Pacitan. Bagaimana mau memajukan wilayahnya jika kondisi obyektif saja tidak tahu. Jupe pasti tidak paham bagaimana terjalnya jalan menuju pantai di Pacitan,” pungkasnya.

Poskan Komentar


×
Chat