Berikut ini adalah masalah-masalah yang sering dipertanyakan dalam shalat Jum’at. Supaya lebih mempermudah, saya susun dengan pertanyaan (T) dan jawaban (J).

T: Bagaimana hukum Shalat Jum’at bagi perempuan?
J : Tidak wajib.

T : Dalam Surat Al-Jumu’ah : 9, bukan kah perintah Shalat Jum’at bagi seluruh orang yang beriman?
J : Ayat tersebut bersifat umum (‘am), kemudian di takhsis (dikhususkan) oleh Hadits Nabi SAW, yang artinya :
“Shalat Jum’at itu adalah wajib bagi bagi semua muslim, dan dilakukan dengan berjamaah. Kecuali 4 golongan, yaitu : hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit”
(I'anatut thalibin, Juz 2, hal : 56)

T : Apabila ada sebahagian perempuan melaksanakan Shalat Jum’at, apakah harus mengulangi Shalat Dzuhur atau tidak?
J : Tidak usah, asal Shalat Jum’at nya sempurna.
(Bughyatul Mustarsyidin, hal : 79)

T : Apabila seseorang bepergian (musafir) apakah wajib melaksanakan Shalat Jum’at?
J : Boleh Shalat Jum’at atau Shalat Dzuhur.
(Muhadzab, Juz : 1)

T : Kapan diharamkannya jual beli pada hari Jum’at?
J : Setelah adzan dan imam ada di atas mimbar.
(Al-Umm, Juz 1, hal : 224)

T : Sebagian besar yang berjualan, apabila datang waktu Shalat Jum’at maka dagangannya ditunggu oleh istrinya. Bagai mana hal tersebut?
J : Tidak apa-apa, karena perempuan tidak wajib. Keharaman tersebut berlaku bagi penjual atau pembeli (usaha apa saja) yang terkena kewajiban Shalat Jum’at.

T : Adzan jum’at bermacam-macam, ada yang 1 kali, 2 kali bahkan 3 kali (adzan awal, masuk waktu dan ketika khutbah)?
J : Pada masa Rasulullah SAW, adzan dilakukan 1 kali. Kemudian pada masa Utsman bin Affan, umat islam semakin banyak. Maka ditambah dengan adzan awal.
(Shohih Bukhori, Juz : 1)

T : Bagaimana hukumnya mengantuk ketika khutbah?
J : Makruh
(Al-Umm, Juz 1, hal : 228 )

T : Bolehkah Khutbah dengan Bahasa Indonesia (diterjemahkan)?
J : Boleh, selain rukun khutbah
(I’anatut Thalibin, Juz : 2, hal : 69)

T : Bolehkah Khotib dan Imam beda?
J : Boleh, asal yang menjadi imam harus mendengarkan khutbah.
(Tarsihul Mustafidin)

T : Bagaimana hukum berbicara ketika sedang khutbah?
J : Dalam qaul qodim Imama Syafe’i hukumnya haram. Sedangkan dalam qaul jadid, makruh.
(Kifayatul Akhyar, hal : 151)

T : Bagaimana ketika sedang khutbah ada yang mengucapkan salam atau ada yang bersin, apakah boleh menjawabnya?
J : Dalam qaul qodim Imama Syafe’i hukumnya haram. Sedangkan dalam qaul jadid, sunat.
(Kifayatul Akhyar, hal : 152)
Hal ini berbeda dengan hukum menjawab salam di luar khutbah. Hukum menjawab salam di luar khutbah adalah fardu kifayah.

T : Apabila masuk mesjid, khotib sedang berkhutbah. Apakah langsung duduk atau Shalat Tahiyyatul Masjid?
J : Shalat Tahiyyatul Masjid
(Kifayatul Akhyar, hal : 152)

T : Kapan mulai diwajibkan sholat Jum'at? 
J : Malam Isro Mi'raj
(Nihayatuzzein)

T : Apakah umat terdahulu ada kewajiban jum'at? 
J : Tidak, kewajiban melaksanakan jum'at adalah kekhususan ummat Nabi Muhammad SAW.
(Nihayatuzzein)

Sumber pengambilan di atas hanya dari beberapa kitab, masih banyak sumber yang lain yang tidak saya cantum kan.

Silahkan rekan-rekan menambahkan pertanyaan dan jawaban, pada kolom komentar.

Wallahul Muwafiq
Semoga bermanfaat….

1 komentar:

boleh ikut kopas gak kang, saya suka artikel ini, dan cukup penting bagi muslim yang belum tau, kalo boleh saya akan menaruh link refferensi sumber, kalo pun tidak boleh bukan sebuah masalah.

Balas

Poskan Komentar


×
Chat